Cinta Terlarang

Posted in Uncategorized on Februari 28, 2009 by Ifdiani

La Rose Djajasupena – Belanda

Fatal Attraction adalah judul sebuah film thriller keluaran tahun 1987.Yang menceritakan seorang pengacara, bernama Dan Gallager (Michael Douglas) menikah dengan Beth (Anne Acher) mempunyai satu orang putri bernama Ellen (Ellen Halminton Latzen)

Dan Gallager melakukan one-night-stand di weekend dengan seorang wanita bernama Alex Foorest (Glenn Close) ketika istri dan anaknya sedang keluar kota.

Selama weekend itu Dan Gallager dan Alex Foorest melakukan hubungan Sex.
Dan Gallager memutuskan affaire-nya berakhir cukup hanya di weekend itu saja.Tidak ada niat untuk melanjutankan hubungan lebih lanjut dengan Alex Foorest.Karna Dan Gallager mempunyai keluarga yang boleh di katakan sangat berbahagia kehidupan rumah tangganya.

Wanita selingkuhannya Alex Foorest tidak bisa menerima hubungan hanya sampai di situ saja.Alex ingin lebih dari itu,pokok Alex Foorest sangat terobsesi untuk memiliki Dan Gallager.Yang akhirnya wanita itu (Alex Foorest) meneror,melakukan serang-serangan dan menggangu kehidupan rumah tangga keluarga Dan Gallager.

Film itu adalah sebuah contoh akibat dari sebuah perselingkuhan bisa berakibat fatal.

Cerita tentang perselingkuhan kayanya memang nggak akan ada habisnya dalam kehidupan di dunia ini.Selalu ada dan ada lagi,sepertinya,malah semakin banyak saja korban perselingkuhan makin marak dan menjadi-jadi.

Menjadi orang yang di selingkuhi atau menjadi orang yang menyelingkuhi (bener nggak ye nulis nya..hehe) atau menjadi orang ketiga yang masuk ke dalam rumah tangga orang.Sebenarnya ketiga-tiga nya merasa tersakiti dan menderita. Bagaimana tidak menderita kehidupannya berdiri di antara dua manusia.Dari itu jangan pernah bermain api kalau tidak ingin terbakar.Bukanya begitsu pembaca.?(Romo Flores..duuh dipake terus niy ’gitsu-nya’)

Jaman dulu belum ada yang namanya dunia internet.Perselingkuhan terjadi,kebanyakan di dunia nyata.Tetapi di jaman teknologi seperti sekarang ini,dimana internet adalah bukan hal aneh lagi,dalam hitungan detik,kita bisa menjelajah,menuju belahan dunia,gampang banget kan?

Dari itu banyak terjadi yang namanya Cyberlove dan Cybersex mangkanya perselingkuhan semakin marak saja.Yang tadinya hanya iseng,hanya sekedar berteman,misalkan di chatting room atau ketemu (kenalan) di milis-milis,yang tadinya sekedar email-email-lan akhirnya ketemu teman curhat yang cocok. Curhat bisa saja mengenai pekerjaan,mengenai rumah tangga,yang namanya curhat bisa macam-macam-kan.?

Dari yang tadinya sekedar berteman hanya untuk..Hahahihi atau saling mengeluarkan ide-ide masing-masing berbagi ilmu,sampai mengeluhkan pasangan hidupnya atau bisa juga mengeluh akan penyakit yang sedang di deritanya.Kebetulan si teman curhat (chatting) itu juga mempunyai masalah yang sama dan saling mendukung,saling memberi perhatian.Maka terjadilah kecocokan yang akhirnya malah saling jatuh cinta,malah saling membutuhkan.Sehingga timbul rasa kangen dan kehilangan kalau satu hari saja nggak ketemu,nggak mendengar suaranya dan melihat nya.Sementara teman curhat kita misalkan sudah berkeluarga.

Kalau ketemu (kenalan) dengan teman curhat yang sudah berkeluarga,sebaiknya dari awal berkenalan kita harus menyadarinya bahwa dia itu suami (istri) orang.Kita hanya butuh teman yang bisa mendengarkan unek-unek aja,teman untuk tukar pikiran.Apalagi kalau teman curhat itu bercerita mempunyai pasangan hidup yang..bla..bla..bla.. sebaiknya kita hanya menjadi pendengar saja.Bila perlu kasih masukan-masukan yang bisa memperbaiki masalah rumah tangganya.Kalau teman curhat kita itu memang sudah menikah,jangan langsung berpihak pada teman curhat kita itu dan hanyut terbawa dalam ceritanya.Malah sampai kasihan dan sedih segala dengan keadaanya,sedangkan kita kan hanya mendengar dari satu pihak saja,tidak mendengar dari kedua belah pihak.

Semua manusia di dunia ini,laki-laki atau perempuan sama saja,nggak ada yng bisa di percaya.Semua manusia bisa bersandiwara hanya untuk menarik perhatian lawan bicaranya.Apalagi kalau sampai tahu,kalau ternyata teman curhat itu bisa di pergunakan.Biasa sih kebanyakan yang menjadi korban adalah perempuan,karna selalu terbawa (dibawa) perasaan dan kena gombal-gombal-nya si laki-laki (bukan berarti perempuan juga nggak suka ngegombal lhoo)

Herannya,kenapa setiap perselingkuhan selalu pihak ketiga yang lebih galak dan berani seperti film di atas itu.Jelas-jelas si cowok sudah punya istri dan anak,sudah memutuskan untuk kembali kekehidupan semula.Berkumpul dengan keluarganya dan tidak ingin melanjutkan perselingkuhan itu.

Ternyata,kejadian seperti itu tidak hanya terjadi seperti cerita dalam film saja.Dalam kehidupan nyata juga,kebanyakan si cewek tidak bisa menerima keputusan laki-laki yang pernah menjadi selingkuhannya,yang memilih kembali pada istri (keluarga)nya.Malah memperlihat-kan rasa marah cemburu membabi buta dan sampai tetap ingin merebut laki-laki itu dari pelukan istrinya.Meneror-nya lewat sms,email,telefoon.Bahkan kalau perlu mendatangin ke kantor dan rumah laki-laki itu.

Mengajaknya perang,apalagi kalau sampai teriak-teriak kaya orang gila mempermalukan laki-laki itu di depan umum,mengeluarkan sumpah serapah..hiks..hiks..menyedihkan sekali kalau melihat wanita seperti itu.Kasihan aku melihat nya,di samping sebal juga dengan kelakuannya itu,yang keukeuh ingin merusak rumah tangga orang lain.

Sudah jelas-jelas,laki-laki itu suami orang.Sewaktu mengenalnya memang sudah berkeluarga,kok masih sempat-sempatnya marah dan galakan perempuan itu daripada istri selingkuhannya. Seharusnya justru istri selingkuhan-nya yang emosi,marah,kalau perlu jambak-jambak deh tuh rambut perempuan perusak rumah tangga orang..hehe…

Tetapi kok kebanyakan si istri selingkuhan itu lebih sabar dan tidak emosi,padahal sudah di khianati oleh suaminya dan seharusnya,istrinya yang melabrak selingkuhan suaminya itu.Tetapi kebanyakan tidak melakukannya,walaupun ada juga sih istrinya yang melabrak selingkuhan suaminya.Hanya pada umumnya justru selingkuhan suaminya-lah yang lebih agresif,berani dan berhati jahat,mencoba mencari perhatian dan pembenaran padahal salah.

Kalau kita tahu bahwa selingkuhan kita itu memutuskan untuk memilih tetap hidup dengan istrinya,sebaiknya relakan dia dan mendoakan kebahagian rumahtangga-nya.Walau kita misalkan tahu bahwa selingkuhan kita itu mempunyai istri yang dominan.

Itu kan pilihan hidupnya,dengan memutuskan kembali ke istrinya yang dominan itu,berarti memang laki-laki itu mencintai sang istri (keluarga).Sebaiknya mundur dengan teratur,apalagi kalau misalkan kita waktu pertama kali mengenal laki-laki itu sebagai teman curhatnya.Yang kebetulan punya masalah rumah tangga karna istrinya terlalu dominan,seharus kita ikut bahagia melihatnya kembali ke dalam pelukan istri dan keluarganya.Bukan malah ingin memiliki laki-laki itu.

Kalau kenal-nya dulu dari chat room,sebaiknya menghindar tidak lagi memasukin chat room.Kalau kenalnya dari milis-milis atau mungkin KoKi..hehehe..jangan baca KoKi lagi dong untuk sementara waktu,sampai suasana hati tenang.Pokok mencoba menghidari tempat-tempat di mana laki-laki itu selalu ada.Tidak usah mengintip dan mencari tahu lagi ke adaannya.Karna dia sudah memutuskan untuk menghindar dari kita.

Sakit hati,sedih,kecewa,jelas,itu lah yang namanya Cinta (Jatuh Cinta) dalam kehidupan ini kalau kita tidak dicintai…yaaa…mencintai.

Mangkanya seperti kata lagunya Krisdayanti ”Cobalah Untuk Setia” Biar tidak mengalami seperti film ”Fatal Attraction”

Groetjes.

L.R.D

Info:Kompas Kita http://community.kompas.com/

Ngeseks? Pakailah Kondom!

Posted in Uncategorized on Februari 28, 2009 by Ifdiani

La Rose Djayasupena – Belanda

Kali ini aku menulis tentang kondom lagi dan mencoba menulis untuk lebih serius di artikel ini.Sekalian berkampanye dan berpesan bagi anak-anak remaja laki-laki dan perempuan yang merasa dirinya sudah dewasa dan sudah pantas untuk melakukan hubungan intim, yang mungkin mereka malah (akan) melakukannya sebelum menikah.

Faktanya, banyak kok remaja-remaja masa kini atau remaja-remaja jamanku dulu melakukan hal itu (sex) sebelum menikah. Juga pesan ini berlaku bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang memang sudah melakukan hubungan intim secara rutin dengan kata lain bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah menikah.

Jangan lupa selain para remaja yang sudah dewasa anda-anda sekalian para ibu dan bapak juga bawa lah selalu kondom di dompet atau tas masing-masing untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan, misalkan tiba-tiba bapak-bapak dan ibu-ibu dalam keadaan khilaf dan tanpa diduga dan disadari atau mungkin malah dengan keadaan sadar, telah melakukan hubungan intim bukan dengan pasangan hidupnya tetapi melakukannya dengan orang lain alias selingkuh. Akhirnya malah membawa petaka si perempuan hamil tanpa diduga seperti cerita Pak Koswara yang berkomentar di artikelku”The Morning After ONS” tentang seorang bapak yang menghamili pembantunya, akhirnya pembantu itu dibunuh secara mutilasi…Sadis!

Itulah akibat mau enak, tetapi tidak dipikirkan akibat dari perbuatan sex itu, kalau saja bapak itu menggunakan kondom atau perempuan itu minum pil anti hamil, pasti tidak akan pernah terjadi pembunuhan dan korban jiwa, dari itu sebaiknya harus siap-siap selalu ada kondom di kantong, dompet,tas dan memikirkan akibatnya sebelum melakukan seks yang (tidak) direncanakan. Selain untuk mencegah penyakit HIV/AIDS dan jenis penyakit kelamin lainnya.

Mungkin bagi keluarga yang mempunyai pembantu rumah tangga sebaiknya sebagai majikan juga penting memberi pengarahan pada pembantu kita di rumah untuk minum pil anti hamil untuk menjaga hal-hal kejadian seperti itu, mungkin bukan suami yang meniduri pembantunya tetapi malah anak laki-lakinya yang sudah remaja (dewasa) yang meniduri pembantunya sampai hamil. Banyak juga kok bukan bapaknya, tetapi anak majikan yang menghamili pembantunya. Dari itu seperti yang pernah aku tulis di artikelku” Having Sex for the First Time” pendidikan seks terhadap anak-anak kita sudah saatnya di terapkan di dalam rumah tangga” Hubungan antar orangtua dan anak yang terbuka, justru akan menyelamatkan masa depan anak-anak kita dari hasil perbuatan hubungan sex diluar nikah”

Bagi perempuan remaja (dewasa) atau ibu-ibu mungkin merasa risih dan janggal membawa atau menyelipkan kondom di tas atau dompet masing-masing,karena takut terlihat orang lain jadi sebaiknya minum pil anti hamil saja pilihannya demi mencegah hal-hal yang tidak di inginkan itu, yaitu hamil tanpa kita menginginkannya.

Pil anti hamil bisa juga untuk menyembuhkan jerawat, karena aku pernah mengalami ketika anakku yang perempuan waktu itu umurnya masih 15 tahun dan mukanya jerawatan dan aku membawa anakku ke dokter, ternyata,dokter menyarankan dan memberi resep pil anti hamil,aku terkejut dan mengatakan ke dokter bahwa anakku belum melakukan hubungan intim dan kenapa di kasih pil anti hamil karna jerawatan..hahaha..gelooo..pikirku dalam hati saat itu.

Dokter menjelaskan bahwa jerawat juga bisa di karena hormon..bla..bla..bla..aku lupa deh apa kata dokter, kejadiannya sudah lama banget sih. Akhirnya aku dan anakku ke apotik dan pil anti hamil setiap hari di minum anakku, akhirnya jerawatnya sembuh pipinya jadi mulus, aku baru tahu saat itu, kalau pil anti hamil bisa menyembuhkan jerawat.

Selain anak-anak remaja di Belanda, perempuan single dewasa yang sudah pernah hidup bersama atau pernah menikah dan mereka berpisah kembali menjadi ”single again” ternyata mereka (perempuan) itu tetap rutin menggunakan pil anti hamil, walau tidak punya pasangan hidup juga. Banyak juga lho laki-laki di Belanda ketika janjian mau ML, laki-laki itu meminta perempuan itu untuk tidak minum pil anti hamil, alasannya katanya ”Spanen” bikin anak ..hahaha..gelooo..tetapi di Belanda biar perempuan itu misalkan sampai hamil dan cowok nya tidak (mau) bertanggung jawab, maksudnya mau bertanggung jawab bukan berarti menikahi perempuan itu lho, biasanya malah si perempuan suka menolak.

Di Belanda menjadi orangtua tunggal tidak masalah, karena toh kehidupan disini perempuan tidak selalu harus tergantung pada laki-laki, seandainya perempuan itu tidak bekerja atau masih sekolah, karena pemerintah Belanda mendukung ekonomi rakyatnya dari itu, perempuan di Belanda egois, maunya”Ik..Ik..en Ik” (saya,saya dan saya) juga mulut besar terhadap laki-laki Belanda dan perempuan di sini (Belanda) terlihat lebih berkuasa daripada laki-lakinya, malah banyak juga laki-laki yang justru takut dan tidak suka sama perempuan di sini (Belanda) lebih memilih Single atau lebih memilih menjadi homo, atau malah memutuskan memilih pasangan hidup yang bukan perempuan Belanda, tetapi mencari pasangan hidup ke negara lain misalkan seperti ke Asia, karena emansipasi disini (Belanda) sangat tinggi, yang namanya emansipasi di Belanda benar-benar emansipasi.

Oke, artikel ini sampai disini saja dan ingat jangan lupa, sebaiknya Kokiers minum lah pil anti hamil dan sediakanlah selalu kondom kemanapun anda pergi, sebelum anda berubah menjadi pembunuh berdarah dingin hanya karena lupa memakai (membawa) kondom, akhirnya perempuan itu hamil, golok dan pisau yang berbicara..iiihggg…Sereeem…!

Groetjes

L.R.D

Info:Kompas Kita http://community.kompas.com/

Having Sex for the First Time

Posted in Uncategorized on Februari 28, 2009 by Ifdiani

La Rose Djayasupena – Belanda

Rata-rata anak umur antara 15-16 tahun di Belanda sudah kehilangan keperawanannya. Tetapi ternyata, aku baca ada juga di Belanda perempuan atau laki-laki yang umurnya antara 20-30 tahun, belum pernah melakukan hubungan intim dan mereka justru merasa malu karna masih perawan/perjaka. Padahal mereka ingin melakukannya, tetapi dengan siapa katanya..Halah..hehehe…

Di Belanda perempuan (laki-laki) yang belum melakukan hubungan intim di atas umur 20 tahun,memang kedengarannya malah janggal. Ada juga yang tidak melakukannya dulu, karena belum siap dan ingin memberikan keperawanan(perjakaan) nya dengan laki-laki (perempuan) yang memang dia sukai,jadinya lebih berkesan katanya.

Tidak seperti di Indonesia makin bisa mempertahankan kesuciannya makin terhormat perempuan itu. Tetapi itu waktu jadul, saat ini di Indonesia, sudah susah untuk mendapatkan seorang perawan suci kayanya.

Mungkin masih ada juga di Indonesia perawan suci, biasanya sih perempuan yang nggak gaul…Eits..nggak juga ding,perempuan nggak gaul juga kadang berbahaya kok,kelihatannya alim dan pemalu,tahu-tahu nggak lama kemudian hamil diluar nikah,banyak juga yang kek gitu.Sedangkan anak yang kelihatannya nakal (bandel) malah bisa menjaga dirinya.

Menurut sebagian orang, sebaiknya sex dilakukan disaat sudah menikah. Tetapi untuk sebagian orang lagi, pasangan yang sudah lama menjalin hubungan cinta,apa salahnya kalau memang mereka sudah siap untuk melakukan hubungan intim sebelum menikah. Dan ternyata kata sebagian orang Sex dan Cinta adalah dua hal yang berbeda.

Dalam tulisanku ini, aku tidak membahas diriku mengenai pengalaman pertama kali melakukan hubungan sex…hehehe..Aku ngobrol dengan collegaku, kebetulan banyak juga collegaku yang masih student kerja part time dan aku menanyakan tentang pengalaman sex mereka sewaktu kehilangan kegadisan dan keperjakaan-nya.ada yang kehilangan kegadisannya di umur 14 tahun ada yang 17 tahun dan ada yang di 19 tahun mereka melakukanya rata-rata dengan cowok yang sudah cukup dewasa antara 18-24 tahun.

Begitu juga dengan collegaku yang cowok mereka ada yng kehilangan keperjakaannya sewaktu umur 18 tahun, 20 tahun, 24 tahun ternyata lelaki lebih telat melakukannya dari pada perempuan kalau di lihat dari umur.Dan mereka ini pernah melakukannya dengan ceweq yang umurnya antara 15 – 19 tahun.Mereka melakukan hubungan intim menggunakan kondom dan pil anti hamil.

Sebagai orangtua, mempunyai anak laki-laki dan perempuan sebenernya resikonya sama takutnya. Punya anak laki-laki takut menghamili anak orang. Punya anak perempuan takut di hamili anak orang. Untuk mengatasinya menurut ku sebagai orangtua sudah saatnya membicarakan sex education di rumah dengan anak kita, karena sudah bukan jamannya lagi orangtua harus jaim dan merasa tabu ngomong masalah Sex dengan anak kita sendiri yang akan menjelang dewasa.

Tidak usah sungkan dan malu bahkan ragu-ragu memberi anak laki-laki kita kondom dan anak perempuan kita pil anti hamil. Karena menurutku memberi kan anak-anak kita kondom atau pil anti hamil,bukan berarti menyuruh anak kita harus melakukan hubungan sex dini.Karna kita sebagai orangtua juga sebelum memberikan kondom atau pil anti hamil kepada anak kita, setidaknya pastikan di beri penjelasan dulu tentang sex antara lawan jenis,yang bisa membahayakan terjadinya ke hamilan, kalau tidak dilakukan dengan aman selain juga untuk menghindari dari infeksi AIDS/ HIV,maka sebaiknya harus menggunakan kondom.

Hubungan antar orangtua dan anak yang terbuka, justru akan menyelamatkan masa depan anak-anak kita dari hasil perbuatan hubungan sex diluar nikah.Setidak nya kalau si anak sampai melakukan hubungan sex sebelum menikah, mengurangi terjadinya kehamilan diluar nikah.Paling akibatnya anak itu sudah tidak perawan atau perjaka lagi dan untuk hal satu ini dengan perkembangan jaman keperawanan bukan hal tabu lagi dan bukan berarti masa depan akan hancur karna sudah tidak perawan lagi,dari itu harus tetap berfikir positif dalam hidup.

Daripada si anak tidak di beri pengetahuan cara melakukan sex yang aman,malah akhirnya sebagai orangtua di permalukan si anak yang menghamili (di hamili)anak orang. Kalau anak yang menghamili tidak bertanggung jawab,dan malah dipaksa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,karna telah di hamili (menghamili) anak orang.

Kalau sampai anak itu yang menghamili tidak bertanggung jawab,malah orangtua jadi runyam di buatnya,misalkan sibuk mendatangin orangtua si anak yang mengahamili anak kita itu,untuk meminta pertanggungan jawabnya.Kalau akhirnya si anak itu sampai bertanggung jawab-pun dan menikahi anak kita dengan terpaksa, pernikahannya itu kebanyakan tidak berlangsung lama,biasanya karna terpaksa (di paksa) untuk menikah,malah membuat salah satu si anak merasa tertekan dalam rumah tangganya,mereka berdua pun lebih sering berantem terus saling menyalahkan. Akhirnya bercerai,kuliah (sekolah) gagal,frutasi,bunuh diri.Bahkan ada yang sampai di bunuh segala karna si ceweq itu hamil sementara si cowok belum siap untuk berumah tangga.Siapa yang di repot kan??? Orangtua kan?? Dan anak yang telah dilahirkan ke duniapun ikut jadi korban.

Jadi sebaiknya, jika melakukan hubungan sex diluar nikah, entah itu untuk pertama kali atau mungkin sudah yang ke berapa kali, sebaiknya Safe Sex. Kalau sampai berani melakukan hubungan intim diluar nikah harus juga ingat (siap) akan resikonya, bahwa memberikan kesucian kepada laki-laki dengan dalih cinta atau nafsu,yang di lakukan di luar nikah sebaiknya tidak berharap banyak kalau laki-laki yang menodai itu akan (pasti) menikahinya,dari itu pergunakan kondom (pil anti hamil) untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.Ini berlaku juga pada laki-laki,sebaiknya sebelum melakukan hubungan intim tanyakan pada cewek itu apakah minum pil anti hamil,kalau tidak sebaiknya pergunakan kondom,kalau tidak ada persediaan kondom di dompet (tas) lari beli dulu,baru melakukan hubungan intim.

Buat para orangtua sudah saatnya membuka mata dengan masalah ini. Kebetulan aku juga mempunyai dua orang anak,laki-laki dan perempuan.Aku sangat terbuka dengan anak-anak ku dan hasilnya kedua anak-anak ku jadi orang.Walau anak-anak ku melakukan Sex di luar nikah tetapi tidak membuat masa depannya hancur.Anak-anak ku sekolah tinggi dan mempunyai pekerjaan dan masa depan bagus.Hidup bahagia bersama pasangannya masing-masing

Groetjes,

LRD

Info:Kompas Kita http://community.kompas.com/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.